Sejarah PPTSB

Perjalanan Sejarah PPTSB

Dari cikal bakal perkumpulan marga di Medan hingga organisasi berskala nasional yang mempersatukan keturunan Toga Sinaga, Boru, Bere, dan Ibebere.

1938

Perkumpulan Si Raja Lontung

Perkumpulan Si Raja Lontung terbentuk di Medan sebagai cikal bakal organisasi marga Sinaga. Perkumpulan ini menjadi wadah awal silaturahmi dan gotong royong sesama keturunan Si Raja Lontung di perantauan.

15 Des 1940

Pendirian PPTS

Parsadaan Pomparan Toga Sinaga (PPTS) resmi didirikan di Gedung CBS, Jalan Sei Kera, Medan. Para pendiri yang berperan besar dalam pendirian organisasi ini adalah:

  • Ranatus Sinaga — Ketua
  • Djongok Manase Sinaga — Sekretaris
  • Monis Levi Sinaga
  • Simon Sinaga
  • Boengaran Sinaga
  • Herman Sinaga
29 Apr 1941

Pengesahan Pemerintah Hindia Belanda

PPTS disahkan oleh Pemerintah Hindia Belanda melalui Surat Keputusan Nomor 8027, menjadikan organisasi ini sebagai badan resmi yang diakui pemerintah kolonial saat itu.

21–22 Sep 1966

Mubes I — PPTS Menjadi PPTSB

Musyawarah Besar (Mubes) pertama diselenggarakan. Atas usul Boru Sinaga, nama organisasi berubah dari PPTS (Parsadaan Pomparan Toga Sinaga) menjadi PPTSB (Parsadaan Pomparan Toga Sinaga Dohot Boru), mengakomodasi peran penting Boru Sinaga dalam organisasi.

7–14 Jun 1970

Peresmian Tugu Toga Sinaga

Tugu Toga Sinaga setinggi 17 meter diresmikan di Desa Urat, Kecamatan Palipi, Samosir. Tugu ini menjadi simbol kebesaran dan persatuan seluruh keturunan Toga Sinaga serta menjadi landmark di Bona Pasogit (tanah leluhur).

1977

Pembelian Tanah Asrama di Medan

PPTSB membeli tanah untuk pembangunan asrama mahasiswa PPTSB di Medan, sebagai wujud kepedulian organisasi terhadap pendidikan generasi muda Sinaga.

1981

Peresmian Asrama PPTSB Medan

Asrama PPTSB di Medan resmi beroperasi, memberikan tempat tinggal bagi mahasiswa keturunan Sinaga yang menempuh pendidikan tinggi di kota Medan.

2010

Transformasi Badan Hukum

PPTSB bertransformasi menjadi badan hukum perkumpulan yang terdaftar resmi di Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Republik Indonesia, memperkuat legalitas dan kelembagaan organisasi.

Okt 2022

Mubes XV

Musyawarah Besar ke-15 diselenggarakan di Convention Hall Danau Toba International, Medan. Mubes ini membahas program kerja nasional dan menetapkan kepengurusan PPTSB pusat periode berikutnya.

18 Agu 2025

Muswil V — Kepengurusan Jakarta Raya

Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-5 dilaksanakan. Asbon Sinaga terpilih sebagai Ketua PPTSB Wilayah Jakarta Raya untuk periode 2025–2029, memimpin seluruh cabang PPTSB di wilayah DKI Jakarta.

Silsilah Toga Sinaga

Garis keturunan dari Si Raja Batak hingga Toga Sinaga

Si Raja Batak Guru Tatea Bulan Tuan Saribu Raja Si Raja Lontung Toga Sinaga

Si Tolu Ompu, Si Sia Ama

Tiga putra Toga Sinaga dan sembilan cucunya yang menjadi asal seluruh keturunan Sinaga

Putra Toga Sinaga (Ompu) 3 Cucu (Ama)
Raja Bonor
(Sinaga Bonor)
  1. Raja Pande
  2. Raja Tiang Ditonga
  3. Raja Suhut Nihuta
Raja Ompu Ratus
(Sinaga Ratus)
  1. Ratus Nagodang
  2. Raja Si Tinggi
  3. Raja Si Ongko
Raja Hasagian/Uruk
(Sinaga Uruk)
  1. Guru Sihatahutan
  2. Raja Barita Raja
  3. Datu Hurung

Asal-usul Nama Sinaga

Nama Sinaga berasal dari dua unsur: "Si-" (penanda personal dalam bahasa Batak) dan "Naga" (dari bahasa Sanskerta: nāga), sehingga bermakna "Yang dari Naga."

Perlu ditegaskan bahwa marga Sinaga bukan keturunan naga ataupun berasal dari Tiongkok. Nama ini merupakan pengaruh peradaban Hindu-Buddha yang masuk ke Nusantara dan memengaruhi budaya Batak. Dalam kosmologi Batak, naga adalah makhluk supernatural pelindung air (sungai, danau, dan laut) yang dipercaya memiliki kekuatan gaib — sebuah konsep yang sejalan dengan tradisi nāga dalam mitologi Hindu dan Buddha di Asia Tenggara.

Bona Pasogit (Tanah Leluhur)

Bona Pasogit marga Sinaga terletak di Desa Urat, Kecamatan Palipi, Kabupaten Samosir — di Pulau Samosir, sekitar 10 km di selatan Pangururan. Di sinilah Tugu Toga Sinaga setinggi 17 meter berdiri kokoh sebagai penanda tanah asal dan simbol kebanggaan seluruh keturunan Toga Sinaga.

Desa Urat merupakan tempat bersejarah yang kerap diziarahi oleh keluarga besar Sinaga dari seluruh Indonesia, khususnya dalam rangkaian acara adat dan kegiatan PPTSB.

Tugu Toga Sinaga
💬